Panggilan Kedua Ahmad Dhani Kasus Penghinaan Presiden

Rakyatmerdeka.co – News Calon Wakil Gubernur Bekasi Ahmad Dhani memenuhi panggilan yang untuk kali ini merupakan panggilan ke dua dalam kasus dugaan Makar dengan tersangka nya Rachmawati Soekarnoputri. Musisi Ahmad Dhani tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 17.00 WIB.

Ahmad Dhani mengaku sangat kecewa dan kesal karena telah dirugikan oleh pihak kepolisian. Dhani mengaku kesal di karenakan gagal membuat videwo klip di antara lautan massa yang melaksanakan salat Jumat pada tanggal 2 Desember 2016 yang lalu di Monas. Dikarenakan Ahmad Dhani di ciduk Polisi di Hotel Pasific, Jakarta Pusat.

Pada saat itu saya tidur dengan anak saya Dul. Rencana nya mau salat Jumat setelah itu mau buat video klip dengan judul nya Iman 212 tapi gagal. Setelah saya gagal buat Video klip di lautan masa 212 terpaksa saya buat video klip di Bekasi rencana nya Senin dan Selasa besok, padahal rencana nya di Monas. Jadi saya nih sudah di rugikan Polisi karena di tangkap dan gagal buat video, ujar Dhani di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/1) sore.

harapan Dhani masalah nya terkait dugaan makar tersebut selesai karena tidak ada bukti yang mendukung tujuan nya, Ujar Dhani ke hotel tujuan nya hanya untuk menginap bersama anak anak nya.

Dan Ahmad Dhani mengungkapkan ” Sebenar nya masalah nya di tanggal 2 itu kita mau ngapain ” pertanyaan kemarin semoga gak di tanyakan lagi karena kemarin sudah selesai tujuan saya datang pada tanggal 2 Desember menginap di Hotel Sari Pan Pacific ujar nya.

Dalam aksi bela Islam Jilid 3 yang berlangsung pada tanggal 2 Desember 2016 yang lalu setidaknya ada 11 tokoh yang di tangkap dalam waktu yang bersamaan dengan kasus dugaan akan melakukan perbuatan Makar.

Tujuh tersangka yakni antar lain Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri dijerat dengan Pasal 107 Jo 110 Jo 87 KUHP tentang Makar. Sementara tiga lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan juga Pasal 107 Jo Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat.

Sedangkan Ahmad Dhani dalam penangkapan tersebut di tetapkan sebagai tersangka dengan kasus penghinaan terhadap President Joko Widodo yang di ambil berdasarkan Pasal 207 KUHP.

Related posts