Ketika Rizieq Syihab Beralasan Penuhi Panggilan Polisi

ketika-rizieq-syihab-beralasan-penuhi-panggilan-polisi

Rakyatmerdeka.co – News Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab (RS) diminta segera memenui panggilan polisi berkaitan dengan pelecehan pada dasar negara Pancasila. Pemanggilan yang telah dilakukan polisi semestinya lekas dipenuhi serta bukanlah menghindar dengan beragam alasannya.

Demikian diungkapkan Wakil Sekjen Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Ibnu Prakoso di Jakarta, akhir pekan lalu.

RS dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri, yang juga putri presiden pertama RI Sukarno, dengan tuduhan melakukan tindak pidana penodaan pada lambang serta dasar negara seperti dimaksud dalam Pasal 154 a KUHP serta atau Pasal 310 KUHP serta atau Pasal 57 a juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomer 24 Th. 2009 tentang Bendera, Bahasa, serta Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

Ibnu menyatakan supaya proses hukum yang dikerjakan oleh polisi dapat selekasnya dituntaskan. Terlebih, sejak mulai dilaporkan pada akhir Oktober 2016 lalu, kontrol telah dilakukan pada beberapa saksi.
“Kalau berani serta mudah melecehkan ya mesti berani hadapi hukum. Karenanya kami begitu mengharap proses hukum ini dituntaskan selekasnya, ” kata Ibnu yang juga pengurus Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Banten ini.

Awalannya laporan itu di sampaikan ke Bareskrim Polri. Tetapi, tindak lanjut masalah itu diteruskan oleh Reskrimum di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Minggu lalu, info dari Reskrimum Polda Jawa barat mengatakan telah melayangkan surat pemanggilan pada RS. Tetapi, yang berkaitan diberitakan sakit.
“Informasi yang kami dapat juga mengatakan saudara Rizieq Shihab sakit, namun belum jelas sakit apa, ” katanya.

Terlebih dulu, Sukmawati mengakui tak terima dengan pernyataan Rizieq yang dikira melecehkan Pancasila. Terlebih Soekarno, sang ayahanda, yaitu salah satu orang yang merumuskan Pancasila.

Menurut Sukmawati, pernyataan Rizieq tak layak dilontarkan oleh seseorang pimpinan satu organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasiskan Islam. Diluar itu, Sukmawati menilainya kalimat Rizieq bakal memberikan preseden jelek serta efek negatif pada generasi muda. Tak menutup peluang, bakal banyak generasi muda mengikuti tingkah laku yg tidak menghormati Pancasila sebagai dasar negara serta nama Soekarno sebagai proklamator.

Related posts