Keraton Solo Akhirnya Berdamai Setelah 13 Tahun Konflik

keraton-solo-akhirnya-berdamai-setelah-13-tahun-konflik

Rakyatmerdeka.co – News Berita gembira mendekati Hari Raya Idul Fitri berhembus dari dalam Keraton Surakarta.

Perseteruan internal yang pernah berlangsung selama 13 th. didalam keluarga keraton berbuntut damai.

Ke-2 kubu, yakni Lembaga Dewan Adat (LDA) serta Pakubuwono XIII di tandatangani kesepakatan damai yang intinya ke-2 pihak setuju untuk bersama memajukan Keraton Surakarta.

Juru bicara Sinuhun Pakubuwono XIII, K. P. A Ferry Firman Nurwahyu Pradotonagoro, S. H. menerangkan kalau LDA yang di pimpin oleh GKR Koes Murtiyah serta Sinuhun Pakubuwono setuju untuk saling memaafkan serta bersama untuk mengelola Keraton Surakarta.

Penandatanganan kesepakatan damai itu juga di hadiri sejumlah saksi, yakni Subagyo HS jadi Anggota Dewan Pertimbagan Presiden serta Enny Tyasni Suzzana mewakili Pemerintah Kota Solo.

” Tadi malam jam 19. 00 hingga usai kurang lebih 23. 00 WIB di Keraton, serta inti dari perjanjian itu yaitu ke-2 belah pihak, Sinuhun Pakubuwono XIII serta adik-adiknya, dengan jiwa besar serta keterbukaan hati untuk sama-sama memaafkan serta melupakan kekeliruan masa lalu, ” tuturnya di Solo, Sabtu (24/6/2017).

Ferry menambahkan, peristiwa itu jadi hadiah khusus di hari Lebaran tahun ini untuk Keraton Surakarta.

Ferry mengaku kalau sistem untuk mendamaikan ke-2 belah pihak setelah 13 tahun dalam kondisi konflik, tidak mudah.

Tetapi, niat baik kedua pihak untuk membangun keraton jadi point penting.

Setelah ini, lanjut Ferry, tak ada lagi konflik didalam keraton, tetapi kolaborasi dengan untuk membuat serta mengembangkan keraton.

” Program pertama yang selekasnya dikerjakan Sinuhun yaitu konsolidasi internal keluarga keraton untuk menjadikan satu lagi keluarga sesudah nyaris 13 th. alami perseteruan, ” kata Ferry.

Hal sama juga diungkapkan oleh KGPH Puger, satu diantara anggota LDA dan adik dari Sinuhun Pakubuwono XIII.

Sesudah perjanjian damai ini, keluarga keraton juga akan bersama-sama melindungi serta membenahi keraton untuk kebutuhan bangsa dan negara.

” Momentum yang baik untuk sama-sama memaafkanan serta bekerja dengan mengelola keraton, ” tuturnya.

Related posts