RAKYAT MERDEKA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Api yang muncul pada malam hari membuat petugas bersama tim SAR harus mengevakuasi puluhan pendaki yang masih berada di kawasan gunung.
Petugas Damkarmat Maros bersama Basarnas dan sejumlah unsur lainnya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan kebakaran. Api pertama kali terlihat di sekitar Pos 5 Gunung Saukang pada Minggu (6/9/2026) malam.
Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 20.12 WITA. Saat itu, kawasan Gunung Saukang masih dipadati pendaki.
“Kebakaran dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 20.12 Wita. Saat kejadian, kawasan Gunung Saukang tengah ramai pendaki,” kata Ilham, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan informasi dari posko pantau Bulu Saukang, terdapat 337 pendaki yang tercatat berada di kawasan tersebut. Sebanyak 68 orang masih berada di atas gunung ketika kebakaran mulai terjadi.
Tim gabungan kemudian mengimbau para pendaki segera turun untuk menghindari risiko terpapar asap maupun api yang terus bergerak.
Relawan SAR, Ondong, mengatakan api awalnya terlihat dari Pos 5. Kobaran tersebut kemudian merambat menuju jalur umum di sekitar Pos 3 hingga mencapai kawasan puncak.
Jarak Pos 5 menuju Pos 3 diperkirakan sekitar 1 kilometer, sedangkan jarak Pos 5 menuju puncak sekitar 300 meter. Area yang terbakar diperkirakan membentang sekitar 1 kilometer, meski luas keseluruhan masih dalam pendataan.
Semua Pendaki Berhasil Dievakuasi
Petugas dan pengelola kawasan melakukan evakuasi terhadap pendaki yang berada di area Bukit Alvath maupun bagian atas gunung.
Proses pendataan juga dilakukan menggunakan kartu registrasi untuk memastikan tidak ada pendaki yang masih tertinggal di kawasan terdampak.
“Alhamdulillah sudah turun semua. Sekarang dicek semua karcisnya,” ujar Ondong.
Sebanyak tiga pendaki perempuan membutuhkan penanganan setelah proses evakuasi. Dua orang mengalami sesak napas, sedangkan satu lainnya mengalami keseleo pada bagian pergelangan kaki.
Tim gabungan kemudian memberikan pertolongan kepada ketiganya. Sebagian besar pendaki yang telah turun juga langsung meninggalkan kawasan Gunung Saukang.
Untuk menangani kobaran api, Damkarmat Maros mengerahkan 21 personel dengan dua armada. Namun, kendaraan pemadam tidak dapat mencapai area atas bukit sehingga petugas harus melakukan pemadaman secara manual.
Tim menggunakan jet shooter atau pompa punggung untuk menyemprotkan air ke titik-titik api yang berada di kawasan sulit dijangkau kendaraan.
Tim Gabungan Masih Pantau Titik Api
Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Damkarmat Maros, Basarnas, Koramil Tompobulu, Polsek Tompobulu, Puskesmas Tompobulu, Mapala UMI, Saukang Explorer, hingga masyarakat setempat.
Damkarmat Maros juga telah berkoordinasi dengan Manggala Agni mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan hutan dan pegunungan.
Ilham mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan akan menambah personel apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kita masih melakukan pemadaman dan pemantauan di kawasan Gunung Saukang. Sementara itu, luas areal yang terbakar masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Petugas kini berfokus mencegah api kembali meluas sekaligus memastikan kondisi kawasan aman bagi masyarakat dan pendaki.
