Imbas Hepatitis Akut, Makassar Tertibkan Pedagang Makanan di Sekolah 

RAKYAT MERDEKA — Langkah-langkah untuk mengantisipasi dan mencegah hepatitis misterius dilakukan oleh Dinas Pendidikan Makassar terhadap seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Salah satu cara yang dilakukan dengan menertibkan seluruh pedagang yang sering berjualan di depan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyidin Mustakim mengatakan, penyebaran hepatitis misterius ini menyebar salah satunya lewat makanan.

“Kami telah menyampaikan kepada orang tua untuk mewaspadai hal ini terutama pada makanan. Jadi sejak pandemi kami telah meminta untuk siswa membawa bekal sendiri saat ke sekolah,” ujar Muhyiddin seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (11/5).

Walaupun kasus hepatitis misterius ini masih belum ditemukan di Makassar, Muhyiddin menuturkan sudah meminta seluruh sekolah untuk memantau terus para siswanya supaya tidak jajan sembarangan di luar sekolah.

“Untuk mencegah hepatitis misterius kita minta seluruh sekolah tidak ada kegiatan saat pulang sekolah. Memang betul-betul dijaga Satgas Covid-19 Pendidikan dan termasuk guru-guru memantau siswa yang sempat keluar,” terangnya.

Diakui Muhyidin, pihaknya memang tak bisa melarang pedagang untuk berjualan di depan sekolah.

Oleh karena itu, dia mengatakan, pihak Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar untuk menertibkan seluruh pedagang makanan yang sering menjajakan makanannya  di depan sekolah-sekolah.

“Kita juga tidak bisa melarang untuk menjual dagangan makanan di sekitar sekolah meski sudah diperingatkan. Saya juga sudah sampaikan pada Satpol PP sejak awal PTM sudah kita koordinasikan agar bisa ditertibkan,” katanya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga memberikan himbauan pada seluruh orang tua siswa agar juga melakukan langkah antisipasi terhadap penyebaran hepatitis misterius kepada anak-anak. Salah satunya dengan memberikan bekal makanan saat ke sekolah.

“Karena biasa siswa menunggu jemputan di sekolah singgah dulu jajan. Makanya kita imbau orang tua agar mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan sehingga anak tidak jajan sembarangan di luar sekolah,” jelasnya.

Related posts