Sekjen HMI Di Ciduk Polisi Terkait Aksi Anarki 4 November

sekjen-hmi-di-ciduk-polisi-terkait-aksi-anarki-4-november

Rakyatmerdeka.co – News Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam atau yang di sebut dengan PB HMI Amijaya di tangkap polisi. Penangkapan terjadi di kantor Sekretariat PB HMI, Jalan Sultan Agung No. 25A, Jakarta Selatan, Senin (7/11) malam.

HMI Tegar Putuhena selaku Wakil Bendahara Umum PB, yang juga termasuk salah satu tim kuasa hukum Amijaya, juga membenarkan adanya penangkapan yang terjadi di Jalan Sultan Agung Dini no 25 A, Jakarta Selatan dini hari.

“Sekitar pukul 23. 00 WIB, terdapat banyak polisi dengan menggunakan pakaian preman yang datang ke sekretariat serta mencari Sekjen PB HMI, Amijaya, ” tutur Tegar ketika dihubungi, Selasa (8/11) dini hari.

“Mereka datang dengan membawa surat penangkapan serta menyebut ada hubungannya penangkapan tersebut dengan tindakan demo 4 November tempo hari, ” tambahnya.

Ketika hendak melakukan penangkapan, sebagian pengurus PB HMI sempat bersitegang dengan petugas kepolisian. HMI menganggap aksi aparat dalam penangkapan sudah melanggar hukum yang ada di Indonesia .

“Dalam Penangkapan yang di lakukan di nilai termasuk juga salah satu aksi yang melanggar aturan hukum yang ada lantaran mereka langsung masuk, naik ke lantai dua serta melakukan penangkapan tanpa ada berikan penjelasan, ” sebut Zaenal, pengurus PB HMI yang pada saat penangkapan ditempat kejadian, secara terpisah.

Untuk saat ini, polisi sudah membawa Amijaya ke Polda Metro Jaya untuk Di lakukan pemeriksaan . Amijaya yang didampingi Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir.

Tegar memberi tambahan, sampai saat ini tim kuasa hukum PB HMI belum bisa menemui Amijaya. Tetapi pihaknya menyatakan akan selalu melakukan langkah-langkah hukum untuk memastikan dimana hak-hak Amijaya sebagai warga negara terpenuhi.

“Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah hukum seperti pendampingan serta meyakinkan hak-hak Amijaya sebagai warga negara terpenuhi, ” sebutnya.

Terlebih dulu, polisi juga menangkap satu diantara aktivis HMI Ismail Ibrahim yang di duga sangat kuat melakukan aksi penyerangan ke aparat dalam tindakan demonstrasi 4 November yang berakhir ricuh. dalam penangkapan di berada di di rumah anggota DPD RI Basri Salama.

Baca Juga : ” Kasus Penistaan Agama, Ahok Di Dampingi Ratusan Kuasa Hukum ” 

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, Ismail Ibrahim diduga turut melakukan penyerangan pada aparat.

” Yang berkaitan ikut kawannya menyerang petugas, ” kata Hendy, sambil menambahkan Ismail bersama pendemo lain ikut serta penyerangan pada aparat selesai diprovokasi seorang orator yang pada saat itu berada diatas mobil komando.

Sekarang ini Ismail tercatat sebagai mahasiswa semester 5 Fakultas Ilmu Sosial serta Ilmu Politik jurusan Sosiologi di salah satu kampus swasta di Jakarta Selatan. Dia juga merupakan ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi.

Dalam Aksi Bela Islam 4 November 2016 lantas, HMI dituduh sebagai provokator pada saat demo berlangsung . Waktu demonstrasi, sebagian media melaporkan massa HMI cukup agresif. Tampak sekumpulan demonstran yang memegang bendera HMI mencoba menerobos pagar beton serta pagar kawat berduri di lampu merah depan Istana Kepresidenan di Jalan Merdeka Barat.

Diluar itu, sempat terjadi tindakan saling dorong dibarengi pelemparan botol serta batu pada personel kepolisian. Merespon perlawanan dari massa, polisi terpaksa sekali menembakkan gas air mata pada para demonstran.

Akibat kericuhan itu, satu orang warga meninggal dunia dikarenakan mengalami asma. Diluar itu, ada 21 kendaraan, baik milik TNI-Polri atau umum yang dirusak serta tiga kendaraan di antaranya dibakar. Jumlah demonstran yang alami luka kurang lebih 250 orang.

Diluar massa demo, sejumlah 100 orang alami luka. Mereka terbagi dalam 79 personel Polri (11 di antaranya dirawat inap), 15 masyarakat umum, lima personel TNI dan satu personel Pemadam Kebakaran

Related posts

Leave a Comment