Viral Paket Yang Dikira Narkoba Di FB, Ternyata Isinya Jam Tangan !

Viral-Paket-Yang-Dikira-Narkoba-Di-FB-Ternyata-Isinya-Jam-Tangan

Rakyatmerdeka.co – News Belakangan ini media sosial dibuat heboh dengan ada nya isu paket yang berisikan narkoba dan dikirimkan ke target yang di pilih secara acak. Sempat ramai juga isu untuk jangan sembarang menerima paketan tersebut. Dimana dalam beberapa postingan yang disebarkan di sebutkan paket tersebut berasal dari negri China.

Berdasarkan data data yang sempat viral tersebut, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY juga langsung turun tangan untuk melakukan pengecekan. Tim yang melakukan interogasi penerima paket yang disebut berisi narkoba tersebut. Untuk kronologis nya pada pekan yang lalu 12 September ada petugas Ekspedisi mengantarkan paket ke sebuah toko tempat dia bekerja, dan tertera juga atas nama pemilik toko tersebut sebagai pemesan paket.

Namun pada saat dilakukan konfirmasi, pemiliki toko mengatakan tidak ada merasa memesan paket. Kemudian pegawai toko melakukan penolakan terhadap paket misterius yang di alamatkan ke toko tersebut. Petugas exspedisi sempat memberitahukan apabila tidak ada merasa memesan barang tersebut, bisa di lakukan retur dengan cara melampirkan foto KTP. Pegawai toko tersebut juga menolak, yang akhirnya paket tersebut di bawa kembali petugas.

Tim Direktorat Reserse, untuk memastikan apa sebenarnya isi dari paket tersebut dan mendatangi cabang Yogya untuk memastikan apa sebenarnya isi dari paket tersebut. Namun dari pihak cabang yang ada di Yogyakarta menyebutkan sudah mengirimkan paket tersebut ke kantor pusat yang ada di Jakarta. Pihak kantor cabang yang membantu kordinasi dengan kantor pusat Jakarta untuk mengkonfirmasi paket tersebut. Setelah di lakukan kordinasi paket tersebut masih ada dan disimpan di dalam gudang.

Tim dari Yogyakarta berkordinasi dengan Bareskrim Polri, Polisi mendatangi gudang tempat paket tersebut di simpan. Setelah di lakukan pengecekan ternyata isi nya adalah sebuah jam tangan berwarna orange. Kasubdit TPPU Bareskrim Kombes Jamaluddin dan penyidik AKBP Agus Waluyo menyampaikan masyarakat agar tidak begitu mudah untuk percaya berita Hoax yang di sebarkan di Whatsapp atau pun media sosial lain nya.

Sementara dari pengkuan pihak pemilik toko di Yogyakarta ada pernah mengirimkan foto paket tersebut melalui group Whatsapp, namun tidak pernah upload ke media sosial manapun.

Related posts