RAKYAT MERDEKA — Belakangan ini warga Jawa Timur resah dengan maraknya isu teror pocong jadi-jadian yang beredar di media sosial dan grup percakapan. Mulai dari video prank hingga kabar begal pocong, beberapa daerah seperti Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, hingga Malang sempat dibuat geger akibat informasi yang belum tentu benar.
Fenomena tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat karena narasi yang beredar menyebut sosok pocong mengetuk pintu rumah warga hingga membawa senjata tajam pada malam hari. Akan tetapi, aparat kepolisian memastikan sebagian besar kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak terbukti terjadi di lapangan.
Prank Pocong di Lamongan Ternyata Ulah Remaja
Kepanikan warga pertama kali mencuat di Lamongan setelah video sosok pocong berdiri di gang permukiman viral di media sosial. Video itu direkam di wilayah Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan pada malam hari dengan kondisi penerangan minim.
Ketua RT setempat, Huda, membenarkan bahwa video tersebut sempat membuat warga resah. Setelah ditelusuri aparat dan perangkat kelurahan, sosok pocong ternyata hanyalah aksi prank dua remaja berinisial MA (17) dan AB (17).
Lurah Tumenggungan, Junaidi, langsung memanggil keduanya untuk dimintai klarifikasi. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku sengaja membuat konten prank demi diunggah ke media sosial.
AB yang menjadi penggagas sekaligus perekam video bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lamongan karena aksinya memicu keresahan publik.
Isu Pocong Bercelurit di Nganjuk
Kabar serupa juga muncul di Nganjuk. Warga sempat dihebohkan poster digital yang menarasikan adanya pocong jadi-jadian membawa celurit dan mengetuk rumah warga di Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Namun, Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, memastikan informasi tersebut tidak berasal dari sumber resmi kepolisian. Hingga kini, pihaknya juga belum menerima laporan nyata terkait kejadian tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Video Pocong di Sidoarjo Ternyata dari Tangerang
Di Sidoarjo, isu pocong juga menyebar melalui video berantai di grup WhatsApp warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi. Video tersebut disebut-sebut memperlihatkan pocong jadi-jadian mendatangi rumah warga.
Usai dilakukan penelusuran, video itu ternyata bukan berasal dari Sidoarjo, melainkan dari wilayah Tangerang. Warga setempat pun menganggap kabar tersebut hanya isu bohong yang dibesar-besarkan.
Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono, menyatakan hingga kini tidak ada laporan resmi terkait teror pocong di wilayahnya. Meski demikian, patroli keamanan tetap ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Polisi Pastikan Kota Malang Aman dari Begal Pocong
Narasi mengenai begal pocong juga sempat ramai diperbincangkan di wilayah Malang. Isu itu mengaitkan sosok pocong abal-abal dengan aksi kriminalitas jalanan pada malam hari.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya maupun melakukan tindakan main hakim sendiri.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, memastikan hasil pemantauan di lima polsek menujukan bahwa wilayah Kota Malang aman dan tidak ditemukan kasus begal pocong.
Ia juga meminta masyarakat menghentikan penyebaran informasi hoaks di media sosial dan segera melapor melalui kanal resmi apabila menemukan hal mencurigakan.
