Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Sepenuhnya Terkendali

RAKYAT MERDEKA — Petugas pemadam kebakaran masih berupaya menangani sisa kebakaran di sebuah pabrik plastik kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang terbakar sejak Senin (18/5). Meski api utama sudah berhasil dikendalikan, titik-titik api kecil masih terus muncul hingga Kamis (21/5).

Kasi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses pemadaman belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat material yang terbakar di bagian bawah reruntuhan bangunan.

Menurutnya, api bisa kembali membesar apabila petugas meninggalkan lokasi tanpa proses pendinginan secara menyeluruh.

Material Mudah Terbakar Jadi Kendala

Syaiful menjelaskan proses pemadaman mengalami kesulitan lantaran banyak barang mudah terbakar tertutup puing bangunan yang roboh. Kondisi tersebut membuat air sulit menjangkau sumber panas di bagian bawah.

Petugas pun harus mengurai material menggunakan alat berat ekskavator agar proses penyiraman dapat dilakukan lebih efektif. Setelah puing diangkat, petugas langsung menyiram area tersebut untuk mencegah api kembali menyala.

Ia menyebut asap terus muncul saat proses pendinginan berlangsung. Karena itu, petugas harus tetap bersiaga agar kobaran api tidak kembali membesar.

Untuk mempercepat penanganan, tim damkar mengerahkan 18 unit mobil pemadam, drone pemadam, serta sekitar 80 personel di lokasi kejadian. Petugas juga menggunakan foam liquid guna membantu menekan sisa api di area pabrik.

Kebakaran Bermula dari Gudang Kardus

Kebakaran pabrik plastik tersebut pertama kali terjadi pada Senin sekitar pukul 14.23 WIB. Api awalnya diketahui oleh karyawan yang sedang bekerja di area pabrik.

Saat itu, kobaran api terlihat sudah membesar di dalam gudang penyimpanan kardus. Para pekerja kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan dan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Namun upaya pemadaman awal gagal dilakukan karena api terlanjur membesar. Pihak pabrik kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Insiden kebakaran itu juga menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya merupakan petugas damkar, sementara satu korban lainnya adalah relawan pemadam kebakaran.

Korban dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat asap pekat serta cedera pada bagian mata karena terkena semprotan nozzle saat proses pemadaman berlangsung.

Related posts