RAKYAT MERDEKA — Beberapa wilayah di India tengah menghadapi gelombang panas ekstrem dengan suhu yang melonjak hingga hampir 47 derajat Celsius. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan paparan panas tinggi sepanjang hari.
Data dari India Meteorological Department (IMD) menunjukkan beberapa wilayah mengalami lonjakan suhu signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Wilayah barat India menjadi salah satu yang paling terdampak. Distrik Jaisalmer dan Barmer di negara bagian Rajasthan mencatat suhu sekitar 46,4 derajat Celsius pada awal pekan.
Sementara itu, suhu tertinggi justru tercatat di negara bagian Maharashtra. Beberapa wilayah seperti Akola, Wardha, dan Amravati mengalami suhu ekstrem hingga 46,9 derajat Celsius, menjadikannya salah satu titik terpanas saat ini.
Di wilayah timur, distrik Jharsuguda dan Sonepur di negara bagian Odisha juga mencatat suhu tinggi masing-masing di atas 43 derajat Celsius.
New Delhi Ikut Terpapar Suhu Tinggi
Ibu kota New Delhi juga tidak luput dari dampak gelombang panas. Suhu di kota tersebut sempat menyentuh 42,8 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama pada siang hari ketika suhu berada di titik tertinggi.
Menghadapi situasi ini, IMD secara rutin mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk memperbanyak konsumsi cairan dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam rawan, khususnya antara pukul 12.00 hingga 16.00.
Langkah pencegahan ini dinilai penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan heatstroke yang meningkat selama gelombang panas berlangsung.
Sekolah Ditutup, Fasilitas Kesehatan Disiagakan
Sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan menutup sekolah dasar sementara dan menyesuaikan jam belajar guna melindungi anak-anak dari paparan suhu ekstrem.
Selain itu, fasilitas kesehatan juga mulai bersiap menghadapi lonjakan pasien. Salah satunya, Ram Manohar Lohia Hospital di Delhi telah menambah bangsal khusus untuk menangani kasus heatstroke.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien yang mengalami dampak serius akibat suhu tinggi.
Gelombang panas yang melanda India kali ini menjadi pengingat akan meningkatnya risiko cuaca ekstrem. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pemerintah pun terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran keselamatan selama periode cuaca panas berlangsung.
