Polemik Ijazah Jokowi Kian Kompleks, Rismon Sianipar Terancam Laporan Baru

RAKYAT MERDEKA — Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas dan memasuki babak baru. Kali ini, perhatian publik tertuju pada ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang kembali menjadi sorotan.

Setelah sebelumnya berstatus tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik, Rismon kini menghadapi potensi persoalan hukum baru. Hal ini muncul setelah beredar tudingan yang mengaitkan Jusuf Kalla dengan isu ijazah tersebut.

Menanggapi kabar yang beredar, Jusuf Kalla langsung memberikan klarifikasi melalui konferensi pers di kediamannya di Jakarta pada Minggu (5/4). Ia membantah keras tudingan bahwa dirinya berada di balik penyebaran isu ijazah Jokowi, termasuk rumor pendanaan hingga miliaran rupiah.

“Saya pastikan itu tidak benar,” tegas JK kepada awak media.

Ia juga menyampaikan rencana untuk melaporkan pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Selain itu, JK turut menjelaskan pertemuannya dengan sejumlah akademisi pada pertengahan Ramadan lalu. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni membahas kondisi bangsa dan masukan kebijakan, bukan terkait isu ijazah.

Pihak Rismon Sebut Video Hoaks Berbasis AI

Di sisi lain, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, membantah bahwa kliennya pernah menyebut atau menuding Jusuf Kalla dalam pernyataannya.

Menurutnya, potongan video yang beredar luas di media sosial telah dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence.

“Itu hasil olahan AI, bukan pernyataan asli,” ujarnya.

Ia juga menilai tudingan tersebut sebagai informasi yang tidak benar dan meminta publik lebih berhati-hati dalam menerima konten digital yang belum terverifikasi.

Rismon sendiri diketahui merupakan salah satu dari delapan tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi. Dalam perkembangan terbaru, ia telah mengajukan upaya restorative justice dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan oleh tokoh lain seperti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Bahkan, Rismon sempat mendatangi kediaman Jokowi di Solo untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Saya meminta maaf kepada publik, terutama kepada Bapak Joko Widodo,” ucapnya usai pertemuan.

Meski demikian, proses hukum belum sepenuhnya selesai. Walaupun pelapor di wilayah Polda Metro Jaya dikabarkan tidak melanjutkan perkara terhadap Rismon, hal tersebut tidak otomatis menghentikan proses hukum bagi pihak lain yang terlibat.

Isu Semakin Kompleks, Publik Diminta Waspada

Kasus ini menunjukkan bagaimana isu sensitif dapat berkembang luas, terutama di era digital. Penyebaran informasi yang belum tentu valid, ditambah teknologi manipulasi seperti AI, membuat situasi semakin kompleks.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi serta tidak mudah percaya pada konten yang belum jelas kebenarannya.

Related posts