Pilpres Paraguay Dimenangkan Santiago Pena

RAKYAT MERDEKA — Pada Minggi (30/4), Santiago Pena yang merupakan calon presiden Paraguay, berhasil memenangkan pemilihan presiden di negara tersebut. Ia sendiri adalah calon dari kubu konservatif, Parai Colorado.

Dilansir dari Reuters, mantan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Paraguay tersebut memenangkan Pilpres dengan memperoleh suara mencapai 42,7 persen dari 99 persen suara yang telah terhitung.

Perolehan suara itu unggul 15 poin dari rivalnya yang merupakan calon dari kubu tengah-kiri, Efrain Alegre.

“Terima kasih atas kemenangan Colorado ini, terima kasih untuk kemenangan warga Paraguay,” ujar Pena dalam pidato kemenangannya.

Presiden Paraguay, Mario Abdo pun menyambut kemenangan Pena ini. Abdo menyebut Pena sebagai “presiden terpilih”, seperti Brazil dan Argentina.

Tak hanya itu, Colorado dan kandidat partai sayap kanan lainnya juga disebut mempunyai performa kuat dalam kontestasi pemilihan kongres dan gubernur di negara tersebut.

Sejumlah provinsi bahkan mencetak rekor kemenangan Colorado secara mayoritas atas lawan mereka.

Atas kemenangan Pena ini , sinyal hubungan Paraguay akan semakin erat dengan Taiwan. Diketahui, Pena memihak pada Taiwan, sementara Alegre berpihak pada China.

Akan tetapi, kemenangan Pena ini juga akan menghadapi tantangan untuk memulihkan ekonomi Paraguay yang berbasis pertanian.

Selain itu, ia juga harus  mengecilkan defisit fiskal yang besar dan menghadapi tekanan yang meningkat dari produsen kedelai dan daging sapi.

“Kita punya banyak tugas, setelah beberapa tahun terakhir mengalami stagnasi ekonomi, dari defisit fiskal, tugas yang menanti kita bukan untuk perorangan atau untuk sebuah golongan,” ucap  Pena.

Pena juga meminta masyarakat Paraguay untuk bisa “bersatu dan bersepakat”.

Reuters menyebut, kemenangan Pena ini menebalkan kemenangan Partai Colorado yang sudah memerintah Paraguay selama lima dari 75 tahun negara itu berdiri.

Partai yang mendominasi politik Paraguay semenjak dekade 1950-an itu dikatakan mempunyai mesin kampanye yang sengit, walaupun ada kenaikan ketidakpuasan terhadap partai dikarenakan isu perlambatan ekonomi dan korupsi.

Di sisi lain, tak semua pemilih senang dengan kemenangan Pena ini. Sebab, untuk sebagian masyarakat Paraguay, pemilihan presiden kali ini tak berdampak banyak untuk perkembangan negeri mereka.

“Saya khawatir soal kriminalitas. Seluruh kandidat sama saja bagi saya,” ungkap seorang ibu beranak tiga, Maria Jose Rodas. “Tak akan ada yang berubah”.

 

Related posts